Piala Eropa 1992 : Sebuah Dongeng Tentang Lahirnya Juara yang Tidak Lolos Kualifikasi


Dongeng ini dimulai dari saat Yugoslavia yang sebenarnya lolos ke Piala Eropa 1992 sebagai salah satu wakil benua Eropa terkena sangsi PBB akibat agresi militer yang dilancarkannya ke Bosnia. Dan akhirnya masuklah si anak bawang itu ke Piala Eropa 1992. Bukan dengan dada tegak, namun karena nasib dan takdir yang membawanya ke Piala Eropa tahun itu..

Singkat cerita sang prajurit kecil itu masuk ke Final setelah di semifinal mengalahkan Belanda yang saat itu diperkuat oleh van Breukelen, Ronald Koeman, Dennis Bergkamp, Frank Rijkaard, Marco Van Basten, Ruud Gullit, Dennis Bergkamp, Bryan Roy lewat adu penalty akibat kesalahan sang Maestro Van Basten dalam mengeksekusi penalty.

Di Final menunggu Jerman dengan Bodo Illgner, Stefan Reuter, Andreas Brehme, Jürgen Kohler, Guido Buchwald, Thomas Hässler, Karlheinz Riedle, Thomas Helmer,Matthias Sammer,Stefan Effenberg dan sang legenda Jürgen Klinsmann.

Saat itu saya masih ingat seluruh bandar bola dan seluruh petaruh menjagokan Jerman jauh diatas Denmark. Pertandingan itu seperti Raksasa (Goliath) dan Manusia Kecil (Daud). Tidak ada yang menyangka bahwa hari itu akan hadir sebuah sejarah baru tentang lahirnya seorang Juara yang datang dari sebuah ketidak sempurnaan. Juara yang lolos karena belas kasihan PBB.

Masih ingat dalam memory dimana pelatih Denmark saat itu sangat merendah dengan mengatakan, Jerman adalah sebuah tim tanpa celah dan Denmark hanya bisa berharap keajaiban untuk bisa menang dan berharap tidak menjadi lumbung gol buat Jerman.

Dan peluit tanda pertandingan dimulai pun berbunyi. Seperti sudah diduga Jerman langsung menekan melalui Karl Heinz Riedle dan Stefan Reuter. Saking asiknya menyerang, Jerman Frustasi akibat kokohnya benteng Denmark saat itu sehingga pada menit ke-18 datanglah malapetaka jadi Jensen yang berhasil mencetak gol ke-2 nya dari 48 Caps Internasionalnya…

Jerman goyah dan Denmark semakin leluasa menerapkan taktik counter attact nya dan berhasil menjebol kembali gawang Bodo IlIgner untuk kedua kalinya melalui Kim Vilfort yang baru saja kembali dari mengunjugi anaknya yang sakit Leukaemia.

Cerita dongeng yang berakhir indah, dari sangsi PBB, anak yang sakit Leukaemia sampai pada taktik bertahan bak batu karang yang tangguh.. Membuat kesebelas pemain Denmark yang saat itu datang dengan kepala tertunduk bisa pulang dengan bangga.. :)

Jadi seperti apa keadaan anda hari ini ? Apapun keadaannya pastikan bukan seberapa berat masalah yang membebani anda, tapi seberapa sering anda bangkit dari masalah itu. Team Denmark sudah membuktikannya… Anda tentu juga bisa… :) :) :)

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Lain-Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s