Aku hanya ingin bersamamu…


Hari ini saya mendengarkan sebuah radio yang kebetulan membahas tentang ungkapan kasih sayang kepada orang-orang yang kita cintai entah itu orang tua kita atau suami/istri kita, anak kita atau siapapun yang kita kasihi. Entah suatu kebetulan atau tidak, siang harinya saya menerima email yang bercerita mengenai seorang tua di panti jompo yang sepanjang hidupnya telah bekerja keras untuk menghidupi dan menyenangkan orang-orang yang dicintainya namun akhirnya dia sendiri berakhir di panti jompo karena pada akhirnya anak-anak yang dikasihinya telah mensia-siakan dirinya.

Ironis memang, dalam dunia yang semakin modern ini masih tetap saja dapat kita temui banyak sekali rumah-rumah jompo tempat dimana orang-orang yang dahulunya bekerja keras untuk menghidupi orang-orang yang dikasihinya malah bernasib menyedihkan, “dibuang” oleh darah daging yang telah dibesarkannya sejak kecil.

Saya tidak ingin berdebat dengan orang-orang yang menitipkan para orang tuanya di panti jompo. Karena mereka pasti punya alasan yang kuat untuk melakukan hal itu dan saya sangat menghormati alasan apapun itu. Saya hanya ingin sedikit berpikir bila seandainya saya adalah orang tua jompo yang ada di panti jompo itu.

Dulu pada saat muda, pastilah orang-orang tua itu telah bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Pergi pagi pulang petang dengan tidak kenal lelah bahkan kadang-kadang sampai berhemat demi sang anak dapat bersekolah ataupun mendapatkan hal-hal terbaik dalam hidupnya. Memang benar ada banyak juga orang-orang tua ini yang meskipun sedemikian keras bekerjanya, tetap saja tidak seberuntung anak-anak mereka. Para orang tua ini mungkin hanya sampai level manager di kantornya tetapi anak-anaknya sampai di level direktur utama. Tapi apapun itu, mereka pasti sudah memberikan yang terbaik dari apa yang bisa mereka lakukan.

Saya yakin sekali jauh di lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka sebenarnya tidak ingin di panti jompo itu. Meskipun sakit dan tidak enak, tapi berkumpul bersama orang-orang yang mereka kasihi akan membuat semangat hidup mereka lebih baik dan senyuman selalu ada di bibir mereka. Meskipun memang sangat sulit sekali untuk mengurus mereka karena sebagian besar dari mereka tentu sudah pikun dan susah untuk diurus namun ketahuilah bahwa perasaan sendiri dan ditinggalkan itu jauh lebih menyakitkan dari apapun yang ada di dunia.

Saya yakin mereka tidaklah minta apapun dari anak-anaknya. Tidak uang, tidak emas, tidak perak, tidak berlian, tidak rumah mewah, tidak mobil mewah. Mereka cuma ingin bersama orang-orang yang dikasihinya, orang-orang yang dia telah perjuangkan demi kebahagian mereka disepanjang hidupnya, orang-orang yang dimana bila suatu saat nanti dia meninggal adalah orang-orang yang berdoa dan menangis di depan mayatnya….

About these ads

2 Komentar

Filed under Curhat

2 responses to “Aku hanya ingin bersamamu…

  1. bro depz emang 1 thn lebih maju dibanding gw… hehehe… salutttt….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s