Monthly Archives: Oktober 2008

Serial Investasi (Bagian 6)


Serial Investasi (Bagian 6)

  • Investasi dalam bentuk saham

Investasi yang terakhir (yang penulis tahu) adalah investasi dalam bentuk saham. Investasi ini cocok untuk tipe orang yang risk taker dengan kemampuan dalam pengetahuan di ekonomi yang minimal cukup baik. Seharusnya anak bangsa ini apalagi yang pernah mengecap bangku Fakultas Ekonomi, setidaknya menjadi pelaku bursa efek. Entah sebagai investor (hanya membeli saham di Bursa Efek dan mendiamkannya dalam jangka waktu yang lama), atau sebagai ”trader” (membeli saham dan melakukan perdagangan saham secara aktif). Namun memang, bangku kuliah kita selama ini hanya mengajarkan teori saja yaitu Teori Ekonomi, Ekonomi Makro, Ekonomi Mikro dsb (beberapa mahasiswa malah mengulang pelajaran ini beberapa kali, termasuk penulis). Bangku sekolah tidak pernah menjelaskan bahwa pengetahuan yang ”mumpuni” di bidang ekonomi adalah kunci sukses dalam ”permainan” di lantai bursa. Sebagai contoh, penulis ingin bertanya, apakah semua anak FE tahu apa pengaruh penurunan suku bunga ”The Fed” terhadap harga saham ? Saham apa saja yang akan terpengaruh kuat akan pengumuman ini ? Apakah pengumuman ini berpengaruh ke nilai tukar rupiah terhadap dollar ? Apakah pengumuman penurunan suku bunga ”The Fed” punya pengaruh besar dalam melonjaknya harga komoditi dan logam mulia baik emas, nikel, platina dsb ? Penulis percaya, pasti ada beberapa anak FE yang tidak tahu sama sekali pengaruh penurunan suku bunga itu, beberapa malah mungkin tidak tahu apa itu ”The Fed”, sangat ironis sekali. Namun tidak apa-apa, karena memang setiap pribadi pasti punya ”ketertarikan” pada bidang tertentu saja, sehingga mereka berkonsentrasi pada bidang itu saja, sehingga di dunia ini mereka hanya mengetahui ilmu di bidang itu saja, mereka tidak tahu dunia lain. Hidup memang pilihan, dan tulisan ini dibuat untuk sedikit memberikan ”ilham” bahwa ada pilihan lain selain pilihan yang sudah kita ketahui saat ini. Dan pilihan ini mungkin bisa dijadikan Tuhan sebagai saluran berkat buat kita.

Tips :

  • Sebelum bermain saham, jangan pernah terjun tanpa punya pengetahuan yang cukup, baik mengenai ”Analisa secara Teknikal” seperti RSI, Stochastic, EMA, MA, Fibonaci, Candle Stick dsb maupun ”Analisa secara Fundamental” seperti. seperti Menghitung ROA, ROI, sales achievement, Laba Perusahaan, EPS, DER dsb. Karena itu akan menjadikan anda tergabung dalam komunitas 90%, atau komunitas ”orang-orang yang kalah”
  • Satu hal yang harus diingat, karakteristik bursa efek Amerika (Dow Jones) berbeda dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Bila di Dow Jones analisa secara fundamental sangat terefleksi di harga saham perusahaan tersebut, berbeda dengan BEI yang dalam beberapa kondisi, malah pengumuman ”positive” terhadap suatu saham (emiten) tidak membuat saham itu naik, malah sebaliknya turun (kadang-kadang, turunnya tidak ketulungan).
  • Investasi saham di Indonesia, sangat berat apalagi bila anda bersifat ”trader” dengan kemampuan minim. Salah satu cara agar bisa sukses bila berinvestasi di saham BEI, selalu perhatikan pergerakan ”ikan kakap” (Manajer Investasi besar, Investor Asing dan Big Fund manajer), saham apa saja yang mereka rekomendasikan, saham apa saja yang jadi portofolio mereka. Disamping itu cara lainnya adalah berdoa, semoga Tuhan Beserta Kita.
  • Namun investasi di Indonesia bisa cukup menjanjikan, bila kita bersifat long term investment, meskipun tidak dijamin 100%. Karena di Indonesia masih belum ada penjualan ”saham-saham option” atau produk sekuritas derivative lainnya sebagai cara untuk melindungi nilai saham kita.

Untuk dapat melakukan investasi di BEI, maka seseorang harus membuka ”account” di perusahaan sekuritas. Ada banyak perusahaan sekuritas di Indonesia ini beberapa diantaranya adalah : Danareksa sekuritas, Kim Eng sekuritas, Trimegah sekuritas, E-Trading sekuritas, Mandiri sekuritas dll. Biaya minimum untuk berinvestasi juga bermacam-macam dari mulai 10 juta (E-Trading), 25 juta (Danareksa sekuritas) sampai diatas 50 juta (Kim Eng sekuritas). Namun dari semua pilihan yang ada, pilihlah sekuritas ”terkenal” dan ”besar” agar dana anda aman, informasi yang anda dapat juga sangat cepat dan banyak (carilah informasi mengenai calon sekuritas anda dari koran, majalah dan dari teman-teman anda yang lebih tahu).

Saat ini untuk melakukan ”trading” di lantai bursa tidak hanya bisa dilakukan dengan cara lama yaitu menelepon broker namun juga langsung secara online di internet seperti yang ditawarkan oleh E-Trading dan IPOT sekuritas. Sehingga dimanapun anda berada, masih bisa bertransaksi dengan biaya yang murah dan langsung ke lantai bursa.

Demikianlah semua jenis investasi yang penulis janjikan untuk dibahas, sebenarnya masih banyak jenis investasi lainnya seperti option dan properti yang juga sangat menjanjikan, namun penulis merasa bahwa investasi lainnya membutuhkan biaya yang sangat besar dan pengetahuan yang diatas cukup untuk dapat sukses di investasi tersebut. Disamping itu pengetahuan penulis mengenai investasi lainnya juga terbatas. Sehingga penulis memilih lima investasi di atas untuk dibahas.

Penulis berharap bila teman-teman, membaca tulisan ini dan terinspirasi untuk melakukan investasi dan pada akhirnya mendapatkan ”gain” yang cukup, selalu ingatlah untuk mengembalikan sebagian uang anda kepada Tuhan. Semoga Tuhan selalu beserta kita dan GBU all.

TAMAT

Jakarta, Februari 2008

(diambil dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Serial Investasi (Bagian 5)


Serial Investasi (Bagian 5)

Mari Berinvestasi (Continued)

  • Investasi dalam bentuk reksadana

Investasi yang keempat adalah investasi dalam bentuk reksadana. Reksadana ini menjadi sangat booming beberapa tahun terakhir, meskipun pernah mengalami gejolak besar di tahun 2005 yang lalu. Investasi ini cocok untuk pemula dan investor dengan berbagai tipe yang ada. Baik yang suka dengan resiko maupun yang anti dengan resiko. Apa itu reksadana (bukan danareksa :)) dan bagaimana mekanismenya ? Penulis mencoba menguraikan dengan rinci namun tentu saja sebatas yang penulis tahu. Mari kita mulai….. .

  • Apa itu reksadana ?
  • Reksadana ini adalah bentuk investasi dimana seseorang membeli NAB (Nilai Aktiva Bersih) atau lebih penulis lebih senang memberinya nama : Harga (Price)
  • Dimana dapat membeli reksadana ?
    • Reksadana dapat diperoleh di bank-bank penjual yang ada di seluruh Indonesia antara lain :
      • Bank Permata : Program Permata Spend & Save : Setoran per/bulan minimum : 500rb, hanya boleh diambil setelah 1 tahun
      • Citibank, HSBC, Bank Mandiri, Standard Chartered, Bank Permata dll : Setoran awal minimum 50 juta, bisa ditambah dan diambil setiap saat. Di hampir semua bank, produk reksadana dijual dengan minimum biaya masuk adalah 50 juta
      • Bank Commonwealth : Minimum 2 juta dan bisa melakukan penambahan dan pengambilan setiap saat (bebas hampir seperti layaknya menabung, karena sistemnya adalah untuk menambah dana, berlaku sistem H+1 dan untuk mengambil dana, berlaku sistem H+4*). Melakukan investasi di reksadana, melalui agen penjual Bank Commonwealth adalah alternatif terbaik (sepanjang pengetahuan penulis, penulis sudah melakukan survey ke hampir semua agen penjual) untuk para investor dengan modal ”minim”. Dengan 2 juta investor dapat memperoleh fasilitas internet banking, ATM, dan token PIN. (Nb. Penulis tidak ada hubungan sama sekali dengan commonwealth, apalagi jadi agen bank tersebut J). Bagaimana caranya ? Silahkan mengakses www.commbank.co.id. Dan mintalah mereka untuk mengirimkan marketingnya ke kantor anda. 🙂
      • Di kantor Manajer Investasi (M.I) seperti :Schroder Investment (www.schroders.com) , Manulife Investment (www.reksadana-manulife.com) , dll (Ada banyak sekali M.I yang ada di Indonesia, namun penulis hanya percaya pada beberapa M.I saja). Namun membeli di kantor M.I sangat tidak disarankan mengingat biasanya, para M.I ini hanya melayani konsumen dari kalangan korporasi atau investor dengan modal diatas 1 Milyar. Meskipun demikian untuk pemula, dengan modal hanya 2 juta, juga akan mereka layani (namun hanya sebatas dilayani dengan ”baik” saja, tidak dengan sangat baik J).
  • Apa itu NAB ?
    • NAB adalah Nilai Aktiva Bersih atau harga beli dari sebuah produk reksadana. Harga inilah yang setiap hari akan berubah (bisa naik dan bisa turun, sesuai dengan portofolio saham yang ada dalam produk reksadana ini). Jadi bila anda memiliki uang Rp. 10juta dan nilai NAB suatu produk reksadana, katakan namanya adalah Fortis Ekuitas, adalah Rp.10.000 maka unit (barang) yang anda dapatkan adalah Rp.10.000.000/Rp.10.000 : 1000 unit. Dan bila suatu hari nanti nilai NAB anda Rp.11.000 maka kekayaan anda sekarang adalah : Rp.11.000 * 1000 Unit = Rp. 11.000.000 (selamat anda gain 10%). J

  • Dari mana saya mendapat informasi mengenai nilai NAB ?
    • www.bisnis.com. Disudut kanan atas, ada tertulis edisi cetak (masuk ke menu ini), kemudian di sebelah kiri agak bawah (bukan paling bawah) ada menu nilai unit link, reksadana dll, pilihlah menu reksadana. Dan semua informasi mengenai nilai NAB yang ada tercantum disana, diupdate setiap hari.
    • Koran bisnis indonesia. Terbit setiap hari. 🙂
  • Reksadana apa saja yang dijual ?
    • Reksadana yang dijual terbagi dalam 4 bagian :
      • Reksadana Pendapatan Tetap
        • Adalah reksadana, dimana M.I yang mengelola dana kita sebagian besar akan diinvestasikan di instrumen keuangan berupa : Obligasi dan Deposito Resiko : Rendah. Return : Rendah.
      • Reksadana Pasar Uang
        • Adalah reksadana, dimana M.I yang mengelola dana kita sebagian besar akan diinvestasikan di instrumen keuangan berupa : Pasar Uang. Resiko : Rendah. Return : Rendah.
      • Reksadana Campuran
        • Adalah reksadana, dimana M.I yang mengelola dana kita sebagian besar akan diinvestasikan di instrumen keuangan berupa : Pasar Uang, Obligasi, Deposito dan Pasar Modal Resiko : Menengah. Return : Menengah. Namun akan lebih cenderung di-investasikan ke pasar obligasi dan deposito.
      • Reksadana Saham
        • Adalah reksadana, dimana M.I yang mengelola dana kita akan diinvestasikan di semua instrumen keuangan yang ada berupa : Pasar Uang, Obligasi, Deposito dan Pasar Modal Resiko : Tinggi. Return : Tinggi. Berbeda dengan Reksadana Campuran, di Reksadana Saham ini minimal 90% dari dana kelolaan akan diinvestasikan di pasar modal.
  • Dimana uang saya itu diinvestasikan ? Di luar Indonesia ?
    • Tidak, Semua uang anda hanya akan diinvestasikan oleh M.I di Indonesia, baik deposito, obligasi, pasar uang, maupun Bursa Efek Indonesia
  • Apa itu Manajer Investasi (M.I) ?
    • Adalah organisasi/perusahaan yang mengelola duit yang anda setorkan ke mereka. Mereka mendapakan fee yang jumlahnya bervariasi antara 1% – 2% per tahun dari dana kelolaan mereka.
  • Apa itu Bank Kustodian ?
    • Adalah Bank yang menyimpan uang dana kelolaan. Jadi si manajer investasi tidak pernah menyimpan uang itu di kantor mereka (jadi kalo mereka mau lari, cenderung sangat susah, saya tidak bilang tidak mungkin, karena apapun mungkin di dunia ini). Bank Kustodian ini hanya akan mengeluarkan uang dari ”brankas”mereka bila ada perintah dari M.I, dan itupun hanya akan dikeluarkan ke instrumen keuangan yang ada (setahu penulis, dana itu tidak bisa diperintahkan untuk dikeluarkan misalnya untuk beli mobil, beli apartemen, beli ruko dsb, atau hal-hal lain yang tidak merupakan investasi keuangan).
  • Siapa saja Manajer Investasi di Indonesia ?
    • Banyak sekali, namun penulis hanya rekomendasi 3 M.I : Schroder, Fortis dan Manulife.
  • Bagaimana returnnya ?
    • Dalam 8 tahun terakhir return rata-rata yang dihasilkan oleh 3 M.I (Fortis, Schoders, Manulife ) untuk reksadana saham ”Cuma” sekitar 1200% alias 12 kali lipat. Ya.. anda tidak salah baca kok…Saya ulangi 12 kali lipat :).

  • Apa resikonya ?
    • Dalam jangka panjang, bisa saya katakan hampir tanpa resiko, bercermin pada kinerja masa lalu (namun yang perlu selalu diingat adalah : ”a past success guarantee nothing” alias kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa yang akan datang).
    • Resiko terbesar dan belum pernah terjadi dan penulis berharap tidak pernah menyaksikannya adalah : Si Manajer Investasi LARI. Karena itu teliti sebelum membeli, pilihlah M.I yang sudah ber-asset besar, nasabah banyak, cabang di mana-mana, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan M.I lari dari Indonesia. Ingat !!!, Jangan pernah tergiur dengan return besar, namun M.I tidak jelas.
  • Berapa dana yang dibutuhkan ?
    • Bervariasi tergantung bank yang menjadi agen penjualnya
  • Apakah saya dikenakan ”fee” beli ? Berapa ?
    • Ya, anda dikenakan fee beli (tapi tidak besar kok, paling tinggi 2%). Fee ini dapat dibaca di prospektus masing-masing produk reksadana.
  • Apa produk reksadana yang penulis gemari ?
    • Reksadana saham :
      • Schroder Dana Prestasi Plus (SDPP)
      • Fortis Ekuitas
      • Fortis Infrastruktur Plus
      • Mandiri Investa Atraktif
      • Manulife Dana Saham
      • Manulife Dana Andalan
    • Reksadana Campuran
      • Schroder Dana Prestasi (SDP)
      • Fortis Pesona
      • Fortis Equitra

Udah dulu ya… Udah jam 11 malam nih, lagipula sudah 5 lembar, nanti bosan membacanya. Besok kita lanjut dengan investasi di pasar modal (trader saham)..

Semoga bermanfaat dan berhikmatlah selalu dalam memilih reksadana anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Serial Investasi (Bagian 4)


Serial Investasi (Bagian 4)

Mari Berinvestasi !

Sekarang setelah memahami beberapa pandangan dan menilai diri kita, marilah kita melihat satu demi satu invetasi apa saja yang ada dan cocok dengan kita :). Karena untuk setiap orang tipe investasi yang cocok pasti akan berbeda, seluruhnya tergantung sifat diri kita sendiri dan tentu saja yang terutama : uang kita :).

Dan sebagian dari tipe-tipe investasi tersebut adalah :

1. Investasi dalam bentuk logam mulia

Investasi ini mungkin adalah jenis investasi yang paling kuno dalam sejarah peradaban manusia (meskipun penulis tidak ada data yang mampu mendukung hal ini :)). Jenis investasi yang sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat. Tidak perlu pengetahuan yang berlebihan. Sudah bisa menghasilkan “gain” yang lumayan. Harus diingat bahwa investasi dalam bentuk logam mulia, selalu menjadi alternatif terbaik bila kita termasuk tipe investor “safety player” dan hanya punya duit “cukuplah:)”.

Tips :

  • Sedapat mungkin berinvestasilah dalam bentuk emas batangan, karena nilai jual kembali emas batangan akan lebih baik bila emas tersebut dalam bentuk cincin, kalung dsb (ada potongan upah membuat cincin dsb tsb :)).
  • Emas batangan biasanya dijual oleh PT.Aneka Tambang (ANTM) dan belakangan penulis juga mendapat informasi Pegadaian juga menjual emas batangan.

Weakness :

  • Emas, apapun bentuknya selalu mempunyai resiko untuk hilang, karena itu, sedapat mungkin sewa lah safety box di bank-bank yang anda percayai untuk menyimpan benda berharga anda ini. (susahnya bila emas tersebut dalam bentuk cincin dll…. sayang bener khan kalo cincin dll itu gak dipakai, cuma disimpan doang :)). Untuk melihat pergerakan harga emas dapat dilihat di www.cnbc.com dan www.bloomberg.com (o iya harga emas di pasar internasional selalu dalam satuan per troy ons, dimana satu troy ons setara dengan 31,103 gram)
Keterangan
Tipe Investor Risk Averse
Minimum Dana Investasi 2 Jt
Return/thn 5-15%
Resiko Low

2. Investasi dalam bentuk pasar uang

Cara berinvestasi di intrumen pasar uang terdiri dari 2 bagian besar yang jauh berbeda yaitu :

  • Menabung (investasi pasif)

Investasi jenis ini sangat cocok bila kita adalah tipe investor yang punya uang lebih dari cukup dan ingin melakukan diversifikasi uang yang ada. Selain itu, rencana jangka panjang untuk bepergian keluar negeri, bisa menjadi alasan lain untuk seseorang memiliki tabungan (investasi) dalam bentuk mata uang asing (dollar). Untuk tipe investasi pasif ini, uang yang dibutuhkan relatif tidak begitu besar dan resikonya juga kecil namun tentu saja return yang diberikan juga seiring dengan resiko yang ada.

  • Trading (investasi aktif)

Bila anda adalah “trader” alias “spekulan rupiah” maka investasi dalam bentuk pasar uang ini adalah investasi yang mengandung resiko menengah sampai sangat tinggi, namun menghasilkan gain juga menengah sampai sangat tinggi (coba tanyakan Soros soal return di investasi ini :)). Dana yang dibutuhkan dalam investasi dengan tipe trading, juga sangat besar. Penulis sendiri juga kurang mendalami dengan investasi tipe trader ini, karena selain jumlah uang yang dibutuhkan banyak, juga rasa nasionalisme (masak kita seneng kalo rupiah kita melemah :)). Namun kalo ada yang mencoba untuk belajar, ada beberapa situs informasi bertransaksi forex (foreign exchange) yang dapat dicari di google.co.id seperti www.fxcm.com atau www.dbfx.com.

Tips :

  • Bila hanya dipakai sebagai investasi dalam bentuk tabungan (bukan untuk spekulasi) investasi ini cukup aman, dan hanya butuh modal kecil (minimal sesuai dengan nilai tukar uang tersebut). Namun bila keadaan ekonomi suatu negara tidak bergejolak (seperti Indonesia 1998), investasi dalam bentuk uang asing ini biasanya menghasilkan return kecil bahkan sering dapat menghasilkan return minus.

Weakness :

  • Bila hanya dalam jumlah kecil, biasanya return yang didapat juga kecil, bunga bank untuk tabungan dalam bentuk dollar juga biasanya sangat kecil.
Spekulan Bukan Spekulan
Tipe Investor Risk Taker Risk Averse
Minimum Dana Investasi USS 50.000 Rp. 2Jt
Return/thn 10%-50% 1%-4%
Resiko Moderate-Super High Low

3. Investasi dalam bentuk obligasi

Investasi ketiga adalah investasi yang cenderung sangat aman, dan membutuhkan dana yang kecil kurang lebih minimal 5 juta rupiah . Investasi ini cukup populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak ORI  (Obligasi Republik Indonesia) dipopulerkan oleh pemerintah.

Tips :

  • ORI dapat dibeli di beberapa institusi besar seperti danareksa securities, bank BCA dan lain-lain (dapat menghubungi call center masing-masing institusi :)). Namun hal yang perlu diingat adalah ORI ini tidak dijual sepanjang tahun, karena itu, seringlah membaca berita di media massa.

Weakness :

  • ORI ini biasanya kupon bunganya tidak dibayar setiap bulan (kalau penulis tidak salah setiap 3 bulanan). Karena itu, investasi di obligasi harus merupakan investasi jangka panjang dan tidak memakai uang untuk “dapur”.

Keterangan
Tipe Investor Risk Averse
Minimum Dana Investasi Rp. 5 jt
Return/thn 8-9%
Resiko Low

Apa dan bagaimana investasi yang lain ??

Besok lagi ya.. Penulis sudah habis ide nih  🙂

Bersambung….. 🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Serial Investasi (Bagian 3)


Serial Investasi (Bagian 3)

Kenali diri anda dan Investasi anda !!!

Sesudah belajar dari Warren Buffet (WB), sekarang mari kita lihat diri kita, dan menilai investor tipe apakah kita ? Apakah saya seorang investor yang agresif, dimana setiap resiko adalah permainan hidup bagi saya, dimana dibalik semua resiko saya mencium keuntungan yang besar. Atau saya ternyata seorang yang sebenarnya sih, saya agresif, tapi gimana yaaa, saya kan udah punya anak, saya juga sudah punya istri, cicilan rumah saya sudah ada, saya juga sudah punya cicilan mobil nih. Bentar lagi saya menikah nih, butuh biaya besar. Jadi saya agak takut kalau terlalu mengambil resiko, tapi DNA saya sebagai seorang ”risk taker” masih membuat saya berani mengambil sedikit resikolah. Atau ternyata, saya memang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi ”juru damai” diseluruh dunia. Tidak usah lah cari-cari resiko, wong hidup ini aja tidak dicari pun resiko udah datang dengan sendirinya. Malah kalau bisa semua resiko yang ada kita bisa hindari.

Dalam berinvestasi, setiap orang dan setiap individu, punya ”DNA” yang berbeda. Dan ”DNA” inilah yang harus diketahui oleh masing-masing individu dengan benar. Jangan pernah melawan ”DNA” anda, jangan pernah melawan ”kodrat” anda. Kalau anda seorang ”penakut” alias tidak suka mengambil resiko carilah investasi yang resikonya rendah dan jangan coba-coba mencari investasi dengan resiko besar, karena hal ini akan menjadikan hidup anda tidak tenang, uring-uringan, stress dan tidak menikmati segala ciptaan Tuhan yang indah-indah di dunia ini. Tapi sebaliknya, kalau anda bertipe seorang ”banteng” yang selalu menggebu-gebu dan berani menerima tantangan, jangan pula mencari investasi dengan resiko kecil, karena hal ini juga akan membuat hidup anda stress, uring-uringan, tidak tenang dan pastinya bersungut-sungut karena hasil dari investasi anda akan sangat kecil dan tidak masuk akal menurut anda.

Setahu saya (penulis sadar, masih banyak yang tidak diketahuinya), ada paling sedikit 3 macam tipe investor, yaitu :

  • Tipe Agresif (Senang dengan Resiko)

Tipe ini adalah tipe yang membuat dunia ini terus berkembang, tipe yang selalu percaya dalam setiap langkah di depannya, bila semakin besar resiko, semakin besar lah bayangan keuntungan yang bisa didapat. Orang dengan tipe ini cocok dengan investasi di pasar modal, reksadana saham dan option maupun indeks trading.

  • Tipe Moderat (Toleran dengan Resiko)

Tipe yang ada ditengah, tidak terlalu berani mengambil resiko (biasanya karena berbagai pertimbangan, misalnya, kebutuhan istri, anak, keluarga dll). Namun masih berani mengambil resiko dalam takaran tertentu. Orang dengan tipe ini cocok dengan investasi dalam bentuk reksadana campuran, investasi logam mulia dan investasi obligasi (ORI)

  • Tipe Risk Averse (Menghindari Resiko)

Adalah tipe yang paling banyak dijumpai di masyarakat Indonesia, dimana tipe ini sulit untuk ”bercanda” dengan resiko. Resiko baginya adalah hal yang bukan untuk ditemani, tetapi dijauhi. Orang dengan tipe seperti ini cocok dengan investasi berupa, deposito, tabungan, reksadana pendapatan tetap, investasi logam mulia.

Selain mengetahui siapa diri anda, ada beberapa hal penting lainnya, yang juga anda harus ingat sebelum anda benar-benar memutuskan untuk berinvestasi, antara lain :

  • Jangan berinvestasi karena ikut dengan teman dan trend yang ada.

Mengetahui investasi yang anda pilih jauh lebih baik daripada mengikuti orang lain. Ingat pesan WB, orang lain boleh memberi masukan bahwa investasi disini baik, bagus, returnnya tinggi dsb, namun ingatlah ini hidup kita, ini uang kita, kita lah yang menentukan semua pilihan investasi kita.

  • Jangan berinvestasi dengan tidak realistis.

Hal ini juga menjadi bagian penting dalam berinvestasi. Kalau anda bergaji 3 juta sebulan, dan tabungan anda ”hanya” 10 juta, jangan pernah berpikir untuk berinvestasi di saham (secara langsung sebagai trader). Apalagi untuk berinvestasi dalam apartemen, rumah, tanah (namun bila membeli apartemen, rumah, tanah sebagai tempat tinggal, itu sah-sah saja). Anda akan sangat berat menjalan kan investasi anda. Jangankan untung, jangan-jangan anda malah akan buntung.

  • Pertimbangkan kondisi keuangan dan rencana hidup anda dalam waktu dekat.

Anda mungkin punya ”DNA” sebagai risk taker, namun sebelum berinvestasi dan menyusun rencana investasi anda, pastikan variable ”penghalang” yang menjadi kan anda harus ”realistis” dalam mencari investasi. ”Penghalang” itu antara lain :

Istri/Suami anda, keluarga anda. Pastikan mereka se-visi dengan anda. Bila tidak, ikuti saja mereka. Jangan sampai gara-gara anda ”risk taker” dan istri dan keluarga anda bukan ”risk taker”, anda dan keluarga anda hancur gara-gara berantem soal investasi.

Rencana dalam waktu dekat (pernikahan, anak masuk sekolah, pembelian mobil, pembelian rumah untuk tinggal dll). Jangan coba-coba mengambil resiko dengan uang yang akan dipakai untuk rencana dalam waktu dekat untuk berinvestasi, apalagi dengan resiko besar (kecuali Tuhan dan Roh Kudus berbicara langsung pada anda, kalau sudah begini, penulis ikuttt aja J)

  • Pastikan anda tahu benar kemana anda berinvestasi dan kepada siapa anda berinvestasi

Bila anda berinvestasi, apapun bentuknya, ketahui lah dengan cermat. Kumpulkan segala informasi mengenai investasi ini. Internet, koran, televisi, teman dekat bisa menjadi sumber informasi. Jangan pernah berinvestasi, kalau anda hanya tahu kulitnya saja dalam investasi ini. Misalnya, anda ingin berinvestasi dalam bentuk emas,karena orang bilang harga emas sedang bagus-bagusnya, sedang tinggi-tingginya. Mari kita beli emas sekarang. Apakah itu benar ? Apakah itu salah ? Cari dan tanyakan kepada semua orang/sumber yang ahli mengenai investasi ini. Lihat trend sebelumnya, apa resiko investasi ini, besar atau kecil kah ? Baca dan cermati kenapa harga emas itu tiba-tiba melonjak, apa yang menjadikan orang tiba-tiba membeli banyak emas ? Pertanyaan diatas mungkin salah satu contoh pertanyaan untuk mengkonfirmasi investasi kita.

  • Susun dengan cermat dan teliti segala rencana investasi anda.

Tulis/Ketik seluruh investasi anda dalam setahun, kalau bisa lebih dengan cermat dan teliti (kalau perlu per hari per bulan). Bacalah dan ingatlah setidaknya sebulan sekali. Apakah pengeluaran anda sesuai dengan yang anda rencanakan ? Apakah rencana menabung anda sudah sama dengan yang anda tulis/ketik ? Bila ya, anda harus optimis bulan depan pasti akan jauh lebih bisa. Tapi bila tidak, segera evaluasi dimana ”kebocoran”anda, lalu tanyakan apakah kebocoran itu bisa dihilangkan ? Bila tidak, mungkin anda harus mencari sumber pendapatan baru. Teman saya punya tips yang sangat menarik, dimana dia selalu menceritakan (pada teman baik dan istrinya) seluruh target investasinya. Kenapa? Agar mereka menjadi pengontrol bisa teman saya itu mulai ”melenceng” dari rencana investasinya.

Demikian seri ketiga ini, di seri-seri berikutnya mungkin penulis akan masuk pada kemana kita akan berinvestasi, dan apa saja tips dan trik berinvestasi disana (sepanjang yang penulis tahu saja tapi….)

Bersambung…….

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Serial Investasi (Bagian 2)


Serial Investasi (Bagian 2)

Bicara investasi, tidak afdol rasanya kalo kita tidak belajar dulu dari sang mastro investasi dunia yang sekarang menjadi orang paling kaya nomor 2 dunia, Warren Buffet (WB). WB juga sangat terkenal dengan ”tagline”nya yang sederhana namun sangat ”Dahsyat” : ”Be Greedy When others are Fearless, and Be Fearless When others are Greedy” atau kalau tidak salah artinya ”Serakahlah saat yang lainnya takut dan Takutlah pada saat yang lainnya serakah”. Ada beberapa hal yang dikatakan WB yang bisa kita pelajari dalam hal berinvestasi dan saat ini prinsip-prinsip WB ini menjadi panduan bagi banyak investor dunia. Beginilah beberapa prinsip yang dia katakan dan menjadi resep nya dalam berinvestasi. :

  • Warren Buffet pertama kali membeli saham pada umur 11 (sebelas) tahun dan dia menyesal telah memulainya terlalu lama.

– Wow… fantastis.. WB mulai berinvestasi di umur 11 tahun dan dia mengatakan itu kelamaan. Padahal banyak dari kita (mungkin semua) bahkan sampai sekarangpun belum berinvestasi. Karena itu jangan mengulang kesalahan lagi. Ayo ajak anak-anak (kalau udah punya anak) anda ke bank dan ajari mereka berinvestasi.

  • WB membeli sebuah perusahaan kecil di umurnya yang baru menginjak 14 tahun dari uang hasil mengantarkan koran.

-WB mengajarkan kita bahwa perlu kerja keras untuk mendapatkan sesuatu (kerja mengantarkan koran) dan perlu kerja cerdas untuk menjadikan sesuatu itu menghasilkan hal-hal luar biasa (memilih perusahaan untuk dibeli). Ayo ajari anak-anak anda untuk bekerja keras dan bila mungkin memulai bisnis dari sejak kecil

  • WB masih tinggal di rumahnya di mid-town Omaha (dengan 3 kamar tidur kecil) yang dia beli 50 tahun lalu pada saat dia menikah. Dia bilang, dia punya semua yang dia butuhkan di rumah itu.

– WB mengajarkan agar kita hanya ”membeli” semua hak yang ”benar-benar kita butuhkan” bukan yang kita inginkan. Mari ajari anak-anak anda untuk berpikir dan bertingkah laku demikian.

  • WB selalu menyetir mobilnya sendiri kemana-mana dan dia tidak mempunyai supir ataupun pengawal pribadi.

– Padahal ada banyak diantara kita yang bila punya uang ”sedikit” saja, sudah tidak mau melakukan pekerjaan-pekerjaan ”kotor” lagi. ”You are what you are” itu adalah pelajaran keempat.

  • WB tidak pernah bepergian dengan jet pribadi, meskipun dia mempunyai saham di perusahaan jet terbesar di dunia.

– Mari selalu berpikir ekonomis dalam setiap kegiatan kita.

  • Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. WB hanya menulis 1 surat saja setiap tahun pada semua CEO perusahaan tersebut dan memberikan mereka “goal” untuk 1 tahun. Dia tidak pernah mengajak meeting atau menelepon mereka secara berkala.

– Dalam bisnis, pilihlah orang tepat di posisi yang tepat.

  • WB punya 2 peraturan untuk semua CEO nya.
    • Peraturan pertama, Jangan pernah menghilangkan uang dari pemilik saham
    • Peraturan kedua, Jangan lupa aturan nomor satu.

– Buat lah tujuan dan pastikan anda dan semua elemen anda fokus dan mengerti tujuan itu.

  • WB tidak bersosialisasi dengan ”high society crowd”. Dia menghabiskan waktunya di rumah dengan menonton televisi dan makan pop corn.

– Jangan sombong dan mencoba memamerkan kekayaan anda dengan berlebihan. Jadilah diri sendiri dan lakukan apa yang anda senangi.

  • WB tidak membawa HP dan bahkan dia tidak mempunyai komputer di mejanya.

– Wah kalau ini no comment dah. Susah kayanya dilakukan, meskipun penulis kenal dengan orang yang sampai saat ini tidak mau punya HP (anak PMK FE UNDIP juga loh, mudah-mudahan nasibnya kaya WB ya…)

  • Bill Gates, orang paling kaya didunia, pertama kali bertemu WB 5 tahun yang lalu (tidak tahu tepatnya kapan, karena tulisan ini juga tidak disebutkan direleasre kapan). Awalnya Bill Gates berpikir dia tidak punya sesuatu hal yang ”nyambung” untuk dia bicarakan dengan WB, karena itu dia hanya menjadwalkan meeting dengan WB selama 30 menit. Namun ketika Gates bertemu dia meeting tersebut berakhir dengan 10 jam. Dan Bill Gates menjadi ”devotee” Warren Buffet.

– Hmm… apa aja yang dibicarain ya.. lama bener 10 jam, gak bosan apa ya.. hehehe…Tapi emang bener sih, kalau udah membahas yang namanya duit dan investasi, waktu tidak pernah terasa lama.

  • Dan yang terakhir WB berpesan pada anak-anak muda : ”Jauhilah credit card (bank loan) dan berinvestasilah pada diri anda dan ingat juga :
    • Uang tidak menjadikan (berharga) seseorang, namun seseoranglah yang menjadikan uang (berharga)
    • Hiduplah seperti apa adanya (simple is beautiful)
    • Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, boleh mendengarkan orang lain, namun lakukan apa yang anda pikir baik.
    • Jangan terpengaruh dengan ”merk terkenal”, pakailah sesuatu yang anda pikir nyaman buat anda.
    • Jangan menghabiskan uang anda untuk hal yang tidak perlu; habiskan lah hanya untuk apa yang anda benar-benar butuhkan
    • Dan diatas segalanya, Hidup ini adalah hidup kita sendiri, jadi jangan biarkan orang lain mengatur hidup anda (Jadi hanya Tuhan lah ya, yang boleh mengatur hidup kita).

Bersambung……..

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Serial Investasi (Bagian 1)


Serial Investasi (Bagian 1)

Minggu malam tanggal 17 februari 2008 (Jam 19.42)

Minggu malam, baru pulang dari luar dan sampai ke kost-kostan, langsung ke depan komputer. Pengennya sih cuma liat-liat artikel yang di kirim ama teman kemaren. Tapi toh ternyata artikelnya panjang banget, 263 halaman (hihihi ini artikel apa buku ya?). Akhirnya malas pun menghampiri dan beralihlah pada sebuah lamunan, apa ya kira-kira yang enak dilakukan sendirian di kost-kostan ? Nonton acara TV bosen, itu-itu aja temanya. Maen PS, males, menang terus. Maen CM sama aja bosan. Ngapain ya ? Persis pada saat ingin mematikan komputer, saya teringat pertemuan kemaren antara anak-anak PMK FE dengan alumni di rumah mba Santi. Pertemuan kemaren sabtu itu membahas banyak hal, salah satunya yang saya ingat dan selalu menjadi topik menarik buat saya adalah INVESTASI.

Ahhh.. kenapa tidak itu saja yang saya lakukan ya…. Sharing knowledge (yang sedikit ini) kepada teman-teman yang mungkin masih belum tahu dan belum sadar mengenai penting dan perlunya berinvestasi. Saya pun mencoba untuk menulis, demi sebuah misi membantu teman-teman PMK FE UNDIP maupun alumninya untuk lebih tahu dan lebih mengerti tentang pentingnya arti investasi buat kita, keluarga kita, lingkungan dan terlebih lagi buat pelayanan kita. J Mari saya mulai tulisan saya ini…..

Apa sih investasi itu ? Apakah Alkitab pernah menyuruh kita secara langsung untuk berinvestasi ? Hmm… saya sendiri bukan orang yang ahli soal Alkitab apalagi menafsirkannya, namun ada hal yang kalau tidak salah ingat bagian Alkitab yang menceritakan soal hamba yang diberikan talenta oleh Tuhan, ada yang 1 talenta, 5 talenta dan ada yang 10 talenta (kalau tidak salah ingat J). Singkat cerita, hamba yang 10 talenta dan 5 talenta pulang dengan ”return” 100% dari yang dititipkan ”pemilik modal” kepadanya. Sementara hamba yang satu talenta menghasilkan ”return” 0%. Nah, cerita itu ”disensor” disitu. Cerita itu tidak pernah menceritakan apa sih yang sebenarnya dilakukan oleh si 10 talenta dan 5 talenta itu ? Kok bisa dia mengembalikan telenta yang dipercayakan ke dia, sedangkan yang 1 talenta tidak bisa ? ”Apa yang diketahui oleh si 10 dan 5 talenta itu yang tidak diketahui oleh si 1 talenta ?”

Sekali lagi saya mengutip cerita diatas bukan untuk diperdebatkan mengenai salah atau benar tafsiran saya (kalau salah saya minta maaf) tapi tidak lebih dari sebuah pembukaan mengenai pentingnya kita untuk selalu mengembangkan semua hal, apa saja, baik ilmu, kasih sayang, kebaikan dan tentu saja uang kita yang dititipkan Tuhan kepada kita. Pertanyaannya, kemana kita bisa ”mengembangkan” uang kita itu ? Kemana kita bisa menginvestasikan uang kita yang ”sedikit” itu ? Uang kita sering kali habis untuk banyak hal yang tidak perlu dan tidak penting. Kita lupa bahwa sebenarnya kalau kita bijak untuk mengelola uang kita, maka kita justru bisa membuat duit yang kita habiskan ke hal yang tidak penting tadi menjadi ”mesin” pekerja buat kita yang menghasilkan kekayaan yang lumayan. Dan mungkin kita juga bisa menjadi penyumbang tetap buat pelayanan dan gereja J.

Investasi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, saya mencatat sedikitnya ada 5 cara yang dapat kita lakukan untuk ”menggemukkan” pundi-pundi kita (mungkin bisa lebih) yaitu :

  1. Investasi dalam bentuk logam mulia
  2. Investasi dalam bentuk pasar uang
  3. Investasi dalam bentuk obligasi
  4. Investasi dalam bentuk reksadana
  5. Investasi dalam bentuk saham

Apa dan bagaimana masing-masing investasi diatas….. Tunggu selanjutnya ya… Penulis mau baca contekan dulu… biar gak salah informasi J. GBU.

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan