Serial Investasi (Bagian 3)


Serial Investasi (Bagian 3)

Kenali diri anda dan Investasi anda !!!

Sesudah belajar dari Warren Buffet (WB), sekarang mari kita lihat diri kita, dan menilai investor tipe apakah kita ? Apakah saya seorang investor yang agresif, dimana setiap resiko adalah permainan hidup bagi saya, dimana dibalik semua resiko saya mencium keuntungan yang besar. Atau saya ternyata seorang yang sebenarnya sih, saya agresif, tapi gimana yaaa, saya kan udah punya anak, saya juga sudah punya istri, cicilan rumah saya sudah ada, saya juga sudah punya cicilan mobil nih. Bentar lagi saya menikah nih, butuh biaya besar. Jadi saya agak takut kalau terlalu mengambil resiko, tapi DNA saya sebagai seorang ”risk taker” masih membuat saya berani mengambil sedikit resikolah. Atau ternyata, saya memang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi ”juru damai” diseluruh dunia. Tidak usah lah cari-cari resiko, wong hidup ini aja tidak dicari pun resiko udah datang dengan sendirinya. Malah kalau bisa semua resiko yang ada kita bisa hindari.

Dalam berinvestasi, setiap orang dan setiap individu, punya ”DNA” yang berbeda. Dan ”DNA” inilah yang harus diketahui oleh masing-masing individu dengan benar. Jangan pernah melawan ”DNA” anda, jangan pernah melawan ”kodrat” anda. Kalau anda seorang ”penakut” alias tidak suka mengambil resiko carilah investasi yang resikonya rendah dan jangan coba-coba mencari investasi dengan resiko besar, karena hal ini akan menjadikan hidup anda tidak tenang, uring-uringan, stress dan tidak menikmati segala ciptaan Tuhan yang indah-indah di dunia ini. Tapi sebaliknya, kalau anda bertipe seorang ”banteng” yang selalu menggebu-gebu dan berani menerima tantangan, jangan pula mencari investasi dengan resiko kecil, karena hal ini juga akan membuat hidup anda stress, uring-uringan, tidak tenang dan pastinya bersungut-sungut karena hasil dari investasi anda akan sangat kecil dan tidak masuk akal menurut anda.

Setahu saya (penulis sadar, masih banyak yang tidak diketahuinya), ada paling sedikit 3 macam tipe investor, yaitu :

  • Tipe Agresif (Senang dengan Resiko)

Tipe ini adalah tipe yang membuat dunia ini terus berkembang, tipe yang selalu percaya dalam setiap langkah di depannya, bila semakin besar resiko, semakin besar lah bayangan keuntungan yang bisa didapat. Orang dengan tipe ini cocok dengan investasi di pasar modal, reksadana saham dan option maupun indeks trading.

  • Tipe Moderat (Toleran dengan Resiko)

Tipe yang ada ditengah, tidak terlalu berani mengambil resiko (biasanya karena berbagai pertimbangan, misalnya, kebutuhan istri, anak, keluarga dll). Namun masih berani mengambil resiko dalam takaran tertentu. Orang dengan tipe ini cocok dengan investasi dalam bentuk reksadana campuran, investasi logam mulia dan investasi obligasi (ORI)

  • Tipe Risk Averse (Menghindari Resiko)

Adalah tipe yang paling banyak dijumpai di masyarakat Indonesia, dimana tipe ini sulit untuk ”bercanda” dengan resiko. Resiko baginya adalah hal yang bukan untuk ditemani, tetapi dijauhi. Orang dengan tipe seperti ini cocok dengan investasi berupa, deposito, tabungan, reksadana pendapatan tetap, investasi logam mulia.

Selain mengetahui siapa diri anda, ada beberapa hal penting lainnya, yang juga anda harus ingat sebelum anda benar-benar memutuskan untuk berinvestasi, antara lain :

  • Jangan berinvestasi karena ikut dengan teman dan trend yang ada.

Mengetahui investasi yang anda pilih jauh lebih baik daripada mengikuti orang lain. Ingat pesan WB, orang lain boleh memberi masukan bahwa investasi disini baik, bagus, returnnya tinggi dsb, namun ingatlah ini hidup kita, ini uang kita, kita lah yang menentukan semua pilihan investasi kita.

  • Jangan berinvestasi dengan tidak realistis.

Hal ini juga menjadi bagian penting dalam berinvestasi. Kalau anda bergaji 3 juta sebulan, dan tabungan anda ”hanya” 10 juta, jangan pernah berpikir untuk berinvestasi di saham (secara langsung sebagai trader). Apalagi untuk berinvestasi dalam apartemen, rumah, tanah (namun bila membeli apartemen, rumah, tanah sebagai tempat tinggal, itu sah-sah saja). Anda akan sangat berat menjalan kan investasi anda. Jangankan untung, jangan-jangan anda malah akan buntung.

  • Pertimbangkan kondisi keuangan dan rencana hidup anda dalam waktu dekat.

Anda mungkin punya ”DNA” sebagai risk taker, namun sebelum berinvestasi dan menyusun rencana investasi anda, pastikan variable ”penghalang” yang menjadi kan anda harus ”realistis” dalam mencari investasi. ”Penghalang” itu antara lain :

Istri/Suami anda, keluarga anda. Pastikan mereka se-visi dengan anda. Bila tidak, ikuti saja mereka. Jangan sampai gara-gara anda ”risk taker” dan istri dan keluarga anda bukan ”risk taker”, anda dan keluarga anda hancur gara-gara berantem soal investasi.

Rencana dalam waktu dekat (pernikahan, anak masuk sekolah, pembelian mobil, pembelian rumah untuk tinggal dll). Jangan coba-coba mengambil resiko dengan uang yang akan dipakai untuk rencana dalam waktu dekat untuk berinvestasi, apalagi dengan resiko besar (kecuali Tuhan dan Roh Kudus berbicara langsung pada anda, kalau sudah begini, penulis ikuttt aja J)

  • Pastikan anda tahu benar kemana anda berinvestasi dan kepada siapa anda berinvestasi

Bila anda berinvestasi, apapun bentuknya, ketahui lah dengan cermat. Kumpulkan segala informasi mengenai investasi ini. Internet, koran, televisi, teman dekat bisa menjadi sumber informasi. Jangan pernah berinvestasi, kalau anda hanya tahu kulitnya saja dalam investasi ini. Misalnya, anda ingin berinvestasi dalam bentuk emas,karena orang bilang harga emas sedang bagus-bagusnya, sedang tinggi-tingginya. Mari kita beli emas sekarang. Apakah itu benar ? Apakah itu salah ? Cari dan tanyakan kepada semua orang/sumber yang ahli mengenai investasi ini. Lihat trend sebelumnya, apa resiko investasi ini, besar atau kecil kah ? Baca dan cermati kenapa harga emas itu tiba-tiba melonjak, apa yang menjadikan orang tiba-tiba membeli banyak emas ? Pertanyaan diatas mungkin salah satu contoh pertanyaan untuk mengkonfirmasi investasi kita.

  • Susun dengan cermat dan teliti segala rencana investasi anda.

Tulis/Ketik seluruh investasi anda dalam setahun, kalau bisa lebih dengan cermat dan teliti (kalau perlu per hari per bulan). Bacalah dan ingatlah setidaknya sebulan sekali. Apakah pengeluaran anda sesuai dengan yang anda rencanakan ? Apakah rencana menabung anda sudah sama dengan yang anda tulis/ketik ? Bila ya, anda harus optimis bulan depan pasti akan jauh lebih bisa. Tapi bila tidak, segera evaluasi dimana ”kebocoran”anda, lalu tanyakan apakah kebocoran itu bisa dihilangkan ? Bila tidak, mungkin anda harus mencari sumber pendapatan baru. Teman saya punya tips yang sangat menarik, dimana dia selalu menceritakan (pada teman baik dan istrinya) seluruh target investasinya. Kenapa? Agar mereka menjadi pengontrol bisa teman saya itu mulai ”melenceng” dari rencana investasinya.

Demikian seri ketiga ini, di seri-seri berikutnya mungkin penulis akan masuk pada kemana kita akan berinvestasi, dan apa saja tips dan trik berinvestasi disana (sepanjang yang penulis tahu saja tapi….)

Bersambung…….

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s