Serial Investasi (Bagian 4)


Serial Investasi (Bagian 4)

Mari Berinvestasi !

Sekarang setelah memahami beberapa pandangan dan menilai diri kita, marilah kita melihat satu demi satu invetasi apa saja yang ada dan cocok dengan kita🙂. Karena untuk setiap orang tipe investasi yang cocok pasti akan berbeda, seluruhnya tergantung sifat diri kita sendiri dan tentu saja yang terutama : uang kita🙂.

Dan sebagian dari tipe-tipe investasi tersebut adalah :

1. Investasi dalam bentuk logam mulia

Investasi ini mungkin adalah jenis investasi yang paling kuno dalam sejarah peradaban manusia (meskipun penulis tidak ada data yang mampu mendukung hal ini :)). Jenis investasi yang sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat. Tidak perlu pengetahuan yang berlebihan. Sudah bisa menghasilkan “gain” yang lumayan. Harus diingat bahwa investasi dalam bentuk logam mulia, selalu menjadi alternatif terbaik bila kita termasuk tipe investor “safety player” dan hanya punya duit “cukuplah:)”.

Tips :

  • Sedapat mungkin berinvestasilah dalam bentuk emas batangan, karena nilai jual kembali emas batangan akan lebih baik bila emas tersebut dalam bentuk cincin, kalung dsb (ada potongan upah membuat cincin dsb tsb :)).
  • Emas batangan biasanya dijual oleh PT.Aneka Tambang (ANTM) dan belakangan penulis juga mendapat informasi Pegadaian juga menjual emas batangan.

Weakness :

  • Emas, apapun bentuknya selalu mempunyai resiko untuk hilang, karena itu, sedapat mungkin sewa lah safety box di bank-bank yang anda percayai untuk menyimpan benda berharga anda ini. (susahnya bila emas tersebut dalam bentuk cincin dll…. sayang bener khan kalo cincin dll itu gak dipakai, cuma disimpan doang :)). Untuk melihat pergerakan harga emas dapat dilihat di www.cnbc.com dan www.bloomberg.com (o iya harga emas di pasar internasional selalu dalam satuan per troy ons, dimana satu troy ons setara dengan 31,103 gram)
Keterangan
Tipe Investor Risk Averse
Minimum Dana Investasi 2 Jt
Return/thn 5-15%
Resiko Low

2. Investasi dalam bentuk pasar uang

Cara berinvestasi di intrumen pasar uang terdiri dari 2 bagian besar yang jauh berbeda yaitu :

  • Menabung (investasi pasif)

Investasi jenis ini sangat cocok bila kita adalah tipe investor yang punya uang lebih dari cukup dan ingin melakukan diversifikasi uang yang ada. Selain itu, rencana jangka panjang untuk bepergian keluar negeri, bisa menjadi alasan lain untuk seseorang memiliki tabungan (investasi) dalam bentuk mata uang asing (dollar). Untuk tipe investasi pasif ini, uang yang dibutuhkan relatif tidak begitu besar dan resikonya juga kecil namun tentu saja return yang diberikan juga seiring dengan resiko yang ada.

  • Trading (investasi aktif)

Bila anda adalah “trader” alias “spekulan rupiah” maka investasi dalam bentuk pasar uang ini adalah investasi yang mengandung resiko menengah sampai sangat tinggi, namun menghasilkan gain juga menengah sampai sangat tinggi (coba tanyakan Soros soal return di investasi ini :)). Dana yang dibutuhkan dalam investasi dengan tipe trading, juga sangat besar. Penulis sendiri juga kurang mendalami dengan investasi tipe trader ini, karena selain jumlah uang yang dibutuhkan banyak, juga rasa nasionalisme (masak kita seneng kalo rupiah kita melemah :)). Namun kalo ada yang mencoba untuk belajar, ada beberapa situs informasi bertransaksi forex (foreign exchange) yang dapat dicari di google.co.id seperti www.fxcm.com atau www.dbfx.com.

Tips :

  • Bila hanya dipakai sebagai investasi dalam bentuk tabungan (bukan untuk spekulasi) investasi ini cukup aman, dan hanya butuh modal kecil (minimal sesuai dengan nilai tukar uang tersebut). Namun bila keadaan ekonomi suatu negara tidak bergejolak (seperti Indonesia 1998), investasi dalam bentuk uang asing ini biasanya menghasilkan return kecil bahkan sering dapat menghasilkan return minus.

Weakness :

  • Bila hanya dalam jumlah kecil, biasanya return yang didapat juga kecil, bunga bank untuk tabungan dalam bentuk dollar juga biasanya sangat kecil.
Spekulan Bukan Spekulan
Tipe Investor Risk Taker Risk Averse
Minimum Dana Investasi USS 50.000 Rp. 2Jt
Return/thn 10%-50% 1%-4%
Resiko Moderate-Super High Low

3. Investasi dalam bentuk obligasi

Investasi ketiga adalah investasi yang cenderung sangat aman, dan membutuhkan dana yang kecil kurang lebih minimal 5 juta rupiah . Investasi ini cukup populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak ORI  (Obligasi Republik Indonesia) dipopulerkan oleh pemerintah.

Tips :

  • ORI dapat dibeli di beberapa institusi besar seperti danareksa securities, bank BCA dan lain-lain (dapat menghubungi call center masing-masing institusi :)). Namun hal yang perlu diingat adalah ORI ini tidak dijual sepanjang tahun, karena itu, seringlah membaca berita di media massa.

Weakness :

  • ORI ini biasanya kupon bunganya tidak dibayar setiap bulan (kalau penulis tidak salah setiap 3 bulanan). Karena itu, investasi di obligasi harus merupakan investasi jangka panjang dan tidak memakai uang untuk “dapur”.

Keterangan
Tipe Investor Risk Averse
Minimum Dana Investasi Rp. 5 jt
Return/thn 8-9%
Resiko Low

Apa dan bagaimana investasi yang lain ??

Besok lagi ya.. Penulis sudah habis ide nih 🙂

Bersambung…..🙂

Tinggalkan komentar

Filed under Investasi dan Keuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s