Belum Terlambat


Pagi ini seperti biasa saya berjalan menyusuri kota yang penuh dengan kemacetan dan hiruk-pikuk ini dengan ditemanin oleh sahabat setiaku ini. Seperti biasa juga keadaan lalu lintas hari ini sangat macet dan semrawut. Semua orang hari ini sepertinya ingin mendahului orang lain untuk sampai di tujuan masing-masing dan tidak ada yang mau mengalah. Lampu merah dan rambu-rambu yang biasanya di jadikan kesepakatan bersama untuk selalu dipatuhi tidak lah terlalu diindahkan pagi ini. Tetapi tetap ditengah keegoisan lalu lintas pagi ini saya masih melihat seorang pengendara mendahulukan beberapa orang penyebrang jalan untuk melintas (meskipun langsung disambut dengan klakson ribut dari pengendara di belakangnya). Untungnya beberapa petugas kepolisian berada pada beberapa ruas jalan untuk menertibkan arus lalu lintas pagi ini.

Kalau dipikir-pikir suasana jalan raya pagi ini seperti kehidupan yang kita jalanin. Tidak semua manusia bersikap baik, suka menolong dan tidak egois yang sama seperti pengendara yang membiarkan beberapa penyebarang jalan untuk melintas di depan kendaraannya. Banyak orang yang lebih mementingkan tujuan hidupnya untuk mencapai apa yang dicita-citakan daripada mematuhi rambu-rambu dan lampu merah yang ada di jalan raya. Rambu-rambu dan lampu merah itu ibarat agama dan norma-norma kehidupan itu sendiri yang sebenarnya kalau ada yang melanggar pasti akan berakibat buruk bukan hanya untuk diri orang yang melanggar namun terlebih lagi orang lain yang bisa saja jadi akibatnya.

Semua orang ingin mencapai tempat tujuannya dengan tepat waktu, mungkin beberapa orang ada yang merasa dirinya sudah terlambat masuk kantor. Tetapi sebenarnya dalam kehidupan ini tidak lah seperti itu, tidak ada kata terlambat untuk mencapai tujuan hidup kita. Mungkin akhir-akhir ini kita merasa menjadi begitu paling tidak berharga karena sudah membuang banyak waktu kehidupan kita. Namun percayalah, sebenarnya umur kita itu tidak bisa membatasi kita untuk melakukan hal-hal positif di hidup ini. Ada banyak orang yang umurnya sudah tua namun masih energik dan bisa menghasilkan banyak hal buat kehidupan. Sebaliknya ada juga ratusan orang yang masih muda namun sama sekali tidak berdaya karena narkoba dan obat-obatan.

Saya selalu percaya bahwa setiap kita sudah digariskan oleh TUHAN garis besar tujuan akhir kehidupan kita ini. Dan DIA tidak akan mengakhiri hidup kita dengan membiarkan semua garis besar tujuan hidup kita yang sudah di gariskan-Nya menjadi kenyataan. Sebenarnya kalau mau merenung, jalan hidup yang tidak sesuai rambu-rambu itu hanya akan membuat kita terlambat dan tidak bisa segera melaksanakan tujuan hidup kita itu.

Cepat atau lambat anda hari ini mencapai tempat tujuan anda, tidak lah berarti anda tidak sampai tujuan itu. Hanya waktu yang membedakannya dan semakin indah lagi karena waktu itu adalah kepunyaan-Nya dan hak prerogratif diri-Nya untuk menambahkan dan menguranginya dari diri saya dan anda…🙂

Jadi jangan takut, karena untuk segala sesuatunya semuanya masih belum terlambat…🙂

5 Komentar

Filed under Curhat

5 responses to “Belum Terlambat

  1. nia

    yahh of course…there’s no “late” word…
    tetapi semuanya kembali kepada manusia itu sendiri
    bagaimana dia memandang kehidupan yang dia sudah jalani….

    keep in positif thinking ^_^
    nice post

  2. 3rg3

    thanks ya nia… Gbu

  3. nia

    sama-sama ronald hahaaha,,,,keep posting yahh…. ^_^

  4. setubuuhhhhhh…. ^^
    ah, thx udah kembali mengingatkan untuk kita selalu berjuang sampai darah penghabisan. MERDEKAAA….!!!!

  5. heheh…. semangat bu Guru…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s