Menanti Deba..


Menanti Deba..

Hari ini sedang ada disini…
Senang, sedikit khawatir, dan pasti tidak sabar…
Menunggu antrian no.15 serasa no. 150…

Tak sabar mata ini ingin melihat..
Melihat Deba…
Menantikan Deba…

Mudah-mudahan Tuhan mendengarkan..
Deba sehat..
Deba kuat…
Deba luar biasa…

Ahhh… Mudah-mudahan Deba bisa melengkapi hidupku ini…

-Rs. St. Carolus-2010-

Iklan

1 Komentar

Filed under Curhat

Tips Mengelola Gaji


Tanggal 25 dan 27 adalah tanggal-tanggal yang selalu dinantikan banyak karyawan karena di tanggal inilah gaji dan insentif yang menjadi alat penyambung hidup semua karyawan dibagikan dan diisi kembali.. 🙂 .

Sayangnya tidak semua dari karyawan menyadari bahwa seiring umur kita yang sudah mulai beranjak senja maka suatu saat pasti kita semua akan masuk ke saat-saat dimana tongkat estafet itu harus diserahkan ke generasi muda yang berarti juga tanggal 25 dan 27 bukanlah tanggal yang dinantikan lagi… 🙂 .

Dan bila masa itu sudah datang, hanya ada 2 pilihan buat karyawan: Pensiun dengan UANG MINIM atau pensiun dengan UANG BANYAK. Pasti cita-cita setiap kita adalah : Pensiun dengan UANG BANYAK. (saya juga kok.. :)).

Namun seperti kata orang bijak, Perjalanan 100 km selalu diawali dengan sebuah langkah kecil. Pensiun dengan UANG BANYAK di masa depan sudah pasti tidak akan dengan sendirinya. Harus ada langkah kecil yang dilakukan SEKARANG dan HARI INI.

Mulailah dengan sebuah janji diawal bulan ini saya akan melakukan hal-hal nyata dan konkrit untuk dapat PENSIUN DENGAN UANG BANYAK.

Pengelolaan gaji adalah hal yang paling gampang untuk kita lakukan. Berikut ini ada beberapa tips untuk mengelola gaji kita. Mudah-mudahan bisa dijalankan oleh rekan-rekan semua, mungkin sederhana dan rekan-rekan sudah pernah membaca atau sudah menjalankannya namun seringkali kita hanya sekedar membaca namun lupa untuk menjalankannya (saya juga belum jalanin semua sih 😦 ).

Tips Mengelola Gaji :

    • Menabunglah di awal bulan bukan di akhir bulan

      Kesalahan terbesar dari sebuah pengelolaan gaji adalah prinsip bahwa menabung dari sisa uang gaji bulanan. Mulai hari ini biasakanlah untuk menabung di awal bulan. Sisihkan uang gaji rekan-rekan untuk ditabung. Agar dana tidak terpakai pilihlah program tabungan berjangka yang dananya dapat di AutoDebet setiap bulannya. Untuk jumlah dan jangka waktunya dapat dipilih sesuai dengan kemampuan rekan-rekan. Mulai 100rb juga ada dan minimal 1 tahun. Segera datangi kantor BMRI terdekat atau hubungi 14000 untuk keterangan lebih lanjut.. 🙂 :).

        • Insentif bukanlah pendapatan tetap

          Pola pikir bahwa insentif adalah pendapatan tetap dan selalu diprediksi akan diterima dengan jumlah yang sama setiap bulannya adalah hal fatal kedua yang bisa membuat masa pensiun kita akan buruk dan tidak sesuai harapan. Usahakanlah hidup atau membuat hutang dengan memakai UANG GAJI saja. Insentif adalah bonus dan usahakan jadikan sebagai alat untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

            • Bedakan antara kebutuhan dan keinginan

              Coba sekarang mulailah mengingat dan melihat barang-barang yang ada dirumah rekan-rekan, berapa banyak yang terpakai/berguna dan berapa banyak yang pada saat dibeli hanya sekedar keinginan sesaat saja. Salah satu cara untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan adalah sebelum belanja atau datang ke mall, buatlah selalu list belanja yang ingin dibeli. Disiplin lah dengan list/plan belanja yang sudah dibuat di rumah :).

                • Perbanyak asset bukan beban

                  Kurangi membeli Televisi, Radio, Laptop, BlackBerry atau apapun yang hanya menjadikan beban buat keuangan rekan-rekan. Mulailah berinvestasi seperti reksadana atau emas. Bila yang belum paham mengenai reksadana cobalah untuk membeli emas batangan. Sekarang ini membeli emas batangan tidak harus mahal, cukup dengan uang +/- 350 rb sudah dapat membeli 1 batang emas. Info lengkap dapat dilihat di http://anekalogam.com/products atau http://www.logammulia.com/pro_standard.htm. Harga emas yang cenderung meningkat bisa menjadikan PENSIUN rekan-rekan menjadi nyaman. Bayangkan bila 1 bulan sekali bisa membeli 1 gram (+/- Rp. 350rb) maka dalam setahun tabungan sudah ada 12 gram (+/- 4,2 juta). Bila ditabung dengan disiplin maka dalam 10 tahun uang tabungan rekan-rekan sudah 42 juta, itupun dengan asumsi harga emas tidak naik sama sekali. Bayangkan bila harga emas itu naik 2 atau 3 bahkan 10 kali lipat. Tidak mengalikan saja… :).

                    • Buat anggaran bulanan (budget)

                      Selalu buat anggaran bulan di tanggal 1 atau 2 setiap bulannya. Dahulukan selalu kebutuhan pendidikan untuk anak-anak dalam membuat budget bulanan. Pastikan anak-anak rekan-rekan mendapatkan hal terbaik yang bisa rekan-rekan berikan. Bila yang belum berkeluarga dahulukan kebutuhan dan bukan keinginan.

                        • Disiplin

                          Hal terakhir namun hal yang paling penting adalah : DISIPLIN. Lakukan seluruh point-point diatas dengan DISIPLIN. Mudah-mudahan bila dilakukan dengan disiplin maka masa PENSIUN kita nanti dapat diisi dengan tidur-tidur dan menikmati sisa hidup ini saja. 🙂 🙂

                          Good Luck…… 🙂 🙂 🙂

                          4 Komentar

                          Filed under Investasi dan Keuangan

                          No. 1 : Coke..


                          Ini dia 10 Brand termahal tahun 2010 versi InterBrand :

                          The Top 10 (value in millions)

                          1. Coca-Cola                                 $70,452

                          2. IBM                                          $64,727

                          3. Microsoft                                   $60,895

                          4. Google                                      $43,557

                          5. GE                                            $42,808

                          6. McDonald’s                                $33,578

                          7. Intel                                          $32,015

                          8.  Nokia                                       $29,495

                          9. Disney                                       $28,731

                          10. H-P                                          $26,867

                          Kapan Telkom atau Bank Mandiri masuk sini… 🙂

                          2 Komentar

                          Filed under Tahukah Anda ?

                          Kecil tetapi Terbaik


                          Tidak masalah anda hanya bisa 1 hal kecil saja. Tp kalau di 1 hal kecil itu anda adalah yang terbaik di dunia. Pasti dunia akan mendatangi anda untuk menimba ilmu… 🙂

                          -3rg3-

                          2 Komentar

                          Filed under Tahukah Anda ?

                          Inilah Kritik kepada Presiden Itu…


                          Opini
                          Inilah Kritik kepada Presiden Itu…
                          Kompas – Senin, 6 September 2010 | 18:38 WIB

                          Catatan Redaksi:

                          Tulisan yang dimuat di halaman Opini Harian Kompas ini menjadi perbincangan ramai di Twitter dan media lain. Karena itu, Redaksi Kompas.com mengangkat kembali tulisan ini.

                          Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan
                          Oleh: Adjie Suradji

                          Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan.

                          Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam kepemimpinan berkarakter, termasuk keberanian mengambil keputusan dan menghadapi risiko. Kepemimpinan berkarakter risk taker bertentangan dengan ciri-ciri kepemimpinan populis. Pemimpin populis tidak berani mengambil risiko, bekerja menggunakan uang, kekuasaan, dan politik populis atau pencitraan lain.

                          Indonesia sudah memiliki lima mantan presiden dan tiap presiden menghasilkan perubahannya sendiri-sendiri. Soekarno membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Disusul Soeharto, Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

                          Soekarno barangkali telah dilupakan orang, tetapi tidak dengan sebutan Proklamator. Soeharto dengan Bapak Pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial ekonomi rakyat. Habibie dengan teknologinya. Gus Dur dengan pluralisme dan egaliterismenya. Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, karena dari lima mantan RI-1, ia yang mengakhiri masa jabatan tanpa kekisruhan. Yang lain, betapapun besar jasanya bagi bangsa dan negara, ada saja yang membuat mereka lengser secara tidak elegan.

                          Sayang, hingga presiden keenam (SBY), ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elite negeri ini. Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik, isu ”Bersama Kita Bisa” (2004) dan ”Lanjutkan” (2009), seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional.

                          Artinya, apabila pemerintahan SBY berniat memberantas korupsi, seharusnya fiat justitia pereat mundus—hendaklah hukum ditegakkan—walaupun dunia harus binasa (Ferdinand I, 1503-1564). Bukan cukup memperkuat hukum (KPK, MK, Pengadilan Tipikor, KY, hingga Satgas Pemberantasan Mafia), korupsi pun hilang. Tepatnya, seolah-olah hilang. Realitasnya, hukum dengan segala perkuatannya di negara yang disebut Indonesia ini hanya mampu membuat berbagai ketentuan hukum, tetapi tak mampu menegakkan.

                          Quid leges sine moribus (Roma)—apa artinya hukum jika tak disertai moralitas? Apa artinya hukum dengan sedemikian banyak perkuatannya jika moral pejabatnya rendah, berakhlak buruk, dan bermental pencuri, pembohong, dan pemalas?

                          Keberanian

                          Meminjam teori Bill Newman tentang elemen penting kepemimpinan, yang membedakan seorang pemimpin sejati dengan seorang manajer biasa adalah keberanian (The 10 Law of Leadership). Keberanian harus didasarkan pada pandangan yang diyakini benar tanpa keraguan dan bersedia menerima risiko apa pun. Seorang pemimpin tanpa keberanian bukan pemimpin sejati. Keberanian dapat timbul dari komitmen visi dan bersandar penuh pada keyakinan atas kebenaran yang diperjuangkan.

                          Keberanian muncul dari kepribadian kuat, sementara keraguan datang dari kepribadian yang goyah. Kalau keberanian lebih mempertimbangkan aspek kepentingan keselamatan di luar diri pemimpin—kepentingan rakyat—keraguan lebih mementingkan aspek keselamatan diri pemimpin itu sendiri.

                          Korelasinya dengan keberanian memberantas korupsi, SBY yang dipilih lebih dari 60 persen rakyat kenyataannya masih memimpin seperti sebagaimana para pemimpin yang dulu pernah memimpinnya.

                          Memang, secara alamiah, individu atau organisasi umumnya akan bersikap konservatif atau tak ingin berubah ketika sedang berada di posisi puncak dan situasi menyenangkan. Namun, dalam konteks korupsi yang kian menggurita, tersisa pertanyaan, apakah SBY hingga 2014 mampu membawa negeri ini betul-betul terbebas dari korupsi?

                          Pertanyaan lebih substansial: apakah SBY tetap pada komitmen perubahan? Atau justru ide perubahan yang dicanangkan (2004) hanya tinggal slogan kampanye karena ketidaksiapan menerima risiko-risiko perubahan? Terakhir, apakah SBY dapat dipandang sebagai pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan konsisten dalam pengertian teguh dengan karakter dirinya, berani mengambil keputusan berisiko, atau justru menjalankan kepemimpinan populis dengan segala pencitraannya?

                          Indonesia perlu pemimpin visioner. Pemimpin dengan impian besar, berani membayar harga, dan efektif, dengan birokrasi yang lentur. Tidak ada pemimpin tanpa visi dan tidak ada visi tanpa kesadaran akan perubahan. Perubahan adalah hal tak terelakkan. Sebab, setiap individu, organisasi, dan bangsa yang tumbuh akan selalu ditandai oleh perubahan- perubahan signifikan. Di dunia ini telah lahir beberapa pemimpin negara yang berkarakter dan membawa perubahan bagi negerinya, berani mengambil keputusan berisiko demi menyejahterakan rakyatnya. Mereka adalah Presiden Evo Morales (Bolivia), Ahmadinejad (Iran), dan Hugo Chavez (Venezuela).

                          Indonesia harus bisa lebih baik. Oleh karena itu, semoga di sisa waktu kepemimpinannya—dengan jargon reformasi gelombang kedua—SBY bisa memberikan iluminasi (pencerahan), artinya pencanangan pemberantasan korupsi bukan sekadar retorika politik untuk menjaga komitmen dalam membangun citranya. Kita berharap, kasus BLBI, Lapindo, Bank Century, dan perilaku penyelenggara negara yang suka mencuri, berbohong, dan malas tidak akan menjadi warisan abadi negeri ini. Sekali lagi, seluruh rakyat Indonesia tetap berharap agar Presiden SBY bisa membawa perubahan signifikan bagi negeri ini.

                          Adjie Suradji, Anggota TNI AU

                          1 Komentar

                          Filed under Lain-Lain

                          Langsing Alami Lewat Cara Bernapas


                          Ingin lebih langsing? Cobalah bernapas dengan benar. Mempraktikkan teknik pernapasan dengan benar bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Itu karena keseimbangan antara pemikiran dan tindakan diperlukan dalam pelangsingan tubuh.

                          “Stres emosi bisa membuat berat badan meningkat, karena mempercepat konversi dari kalori menjadi lemak. Sehingga Anda lebih mungkin untuk makan lebih banyak atau memilih makanan yang tidak sehat selama masa stres,” kata Dean Ornish, MD, kepala Preventive Medicine Research Institute di California, Amerika Serikat.

                          Dean mengungkapkan bahwa mengelola stres juga berarti mengelola berat badan. Salah satu cara mengelola stres dan berat badan adalah dengan bernapas secara perlahan. Itu akan mengurangi hormon stres pada tubuh.

                          Untuk itu ketahui cara bernapas perlahan yang disebut dengan teknik mengerutkan bibir. Ambil napas melalui hidung selama empat detik. Kemudian diikuti dengan menghembuskan napas selama delapan detik dengan posisi bibir mengerut (seperti meniup melalui sedotan).

                          Lakukan cara ini jika Anda saat merasa kesal atau marah dan ingin melampiaskannya lewat makanan. Cara ini cukup efektif untuk menstabilkan emosi dan mengurangi stres. Tubuh pun tak melar.

                          Sumber:VIVAnews

                          By Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni

                          1 Komentar

                          Filed under Tahukah Anda ?

                          Bawahan…


                          Ada kata-kata menarik dari salah satu orang yang saya kenal.. Begini ujarnya :

                          “Bila seorang atasan mengatakan kepada bawahannya bahwa dia tidak membutuhkan bawahan dan memperlakukan bawahannya dengan semena-mena, maka suruhlah dia melepaskan celananya agar dia tau betapa pentingnya bawahan itu.”  🙂 🙂

                          1 Komentar

                          Filed under Lain-Lain